MEGAPOLITAN

Lapak Diangkut Satpol PP, Janda Pedagang Ini Coba Bunuh Diri

Jumat 09 Mar 2018, 14:56 WIB

JAKARTA - Penertiban lapak pedagang Kaki-5 di Jalan Kramat Jaya, Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, diwarnai aksi nekat seorang pedagang, Jumat (9/3/2018). Neni, 55, nekat mencoba menabrakan diri ke arah kendaraan yang tengah melintas, karena tidak terima tempat usahanya diangkut petugas Satpol PP. "Biarin jangan halang-halangi, saya mau bunuh diri. Buat apalagi hidup, saya sudah sabar. Kalau nggak boleh berjualan, nggak bisa kasih makan anak lagi mending mati saja," teriak wanita berjilbab tersebut. Ia mengaku memilih untuk bunuh diri, karena lapak usaha miliknya itu merupakan mata pencarian hidup. Janda beranak satu yang kesehariannya berdagang sebagai penjual mainan tersebut, juga mengaku penertiban dilakukan sepihak petugas kecamatan. "Kalau memang penataan, tata kita dong, jangan malah diangkutin. Siapin tempat relokasi, kan lebih manusiawi. Dan saya juga pun mau," paparnya. Beruntung, aksi nekat Neni berhasil dihalau petugas Satpol PP yang mengetahuinya. Dan petugas pun, langsung merangkul Neni sambil terus menenangkannya dikarenakan ia terus mengamuk dan berteriak-teriak agar aksinya tidak dihalang-halangi. MELANGGAR KETERTIBAN Kasatgas Pol PP Kecamatan Koja, Roslely Tambunan, mengatakan penertiban dilakukan karena pedagang melanggar Perda Ketertiban Umum dengan cara berjualan di atas trotoar dan saluran air di sepanjang Jalan Kramat Jaya. "Dalam hal ini saya sudah sering melakukan imbauan, tapi tidak dihiraukan," jelasnya. Selain di sepanjang Jalan Kramat Jaya, penertiban juga dilakukan di Jalan Cemara dan Jalan Bhayangkara, Kelurahan Tugu Utara. Sekitar 70 petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan juga petugas PPSU dikerahkan dalam penertiban tersebut. Dua truk lapak milik pedagang yang disita, dibawa ke gudang. (deny/sir)

Tags:

admin@default.app

Reporter

admin@default.app

Editor