Lapas Cibinong Berbasis IT, Beli di Kantin Pakai Cap Jempol

Sabtu 20 Jan 2018, 20:43 WIB

DEPOK (Pos Kota) - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI, Yassona H. Laoly yang diwakili Plt Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Mardjoeki menghadiri perayaan n Natal dan Tahun Baru 2018 di Lapas Pondok Rajeg Kelas II A (Elcibi), Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Sabtu (20/1). Pada kesempatan itu, Mardjoeki juga melakukan sidak memantau operasional yang ada di dalam lapas untuk keamanan berbasis IT. "Bagi yang merayakan Natal dan Tahun Baru 2018, kami mengucapkan selamat kepada keluarga besar Menkumham, serta khususnya wilayah Jawa Barat,"ujar Mardjoeki. Sebagai pegawai di lingkungan Kementrian Hukum dan HAM khusus Jawa Barat, Mardjoeki mengatakan dapat bekerja dengan baik . "Kini bukan saatnya lagi kita melakukan studi banding, melainkan mengimplementasikan studi tiru demi Kementrian Hukum dan HAM yang lebih baik lagi,"katanya. Sedangkan bagi para WBP, Menkumham mengingatkan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas, menjaga kesehatan, dan kebersihan , serta tidak berbuat melanggar aturan. "Kita meminta kepada WBP dapat menghindari tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan tata tertib di dalam lapas, seperti mengkonsumsi atau mengedarkan atau mengendalikan narkoba menggunakan HP,"ungkapnya. Selain itu Mardjoeki meresmikan Program Kuliah Belajar Teologi Diploma 1 yaitu hasil kesepakatan antara Sekolah Tinggi Theologia Victory dengan Lapas Cibinong. "Kita juga mengunjungi serta meninjau beberapa pelayanan Permasyarakatan berbasi IT dan pengelolaan peternakan terpadu di Lapaa Cibinong ini sebagai wujud dari pelaksanaan program industri di dalam Lapas,"paparnya. Kalapas Kelas II A Cibinong, Agung Krisna menambahkan sebagai salah satu Lapas yang menerapkan sistem IT pertama di Indonesia, setiap pelayanan menggunakan IT termasuk dalam mengakses keluar masuk pengunjung atau tamu. "Dalam layanan pemasyarakatan rata-rata sudah berbasis IT yaitu loket pendaftaran kunjungan Lapas Cibinong, menggunakan E-KTP sebagai sarana input data pengunjung atau tamu, Sistem Sidik Jari akses keluar masuk di pintu utama, Ruang Ramah Anak, dan Ruang laktasi ibu menyusui,"tambahnya. Dalam pelayanan kantin, lanjut Agung, pelayanan menggunakan jempol yang merupakan ikon inovasi Lapas Cibinong dalam mewujudkan program Bebas Peredaran Uang bagi WBP. "Jika ada yang ingin membeli makanan di kantin Lapas pengunjung hanya perlu menggunakan sidik jari ke mesin khusus. Selain itu telepon gratis bagi reward cash back dari Implementasi Kantin Jempol. Lalu Layanan self Service di Saung Kahiji dan Halte Pembinaan di mana napi bisa mengetahui kapan masuk dan bebas secara elektronik,"bebernya. Agung berharap dengan adanya halte pembinaan, petugas dapat langsung memonitor absensi segala kegiatan pembinaan terhadap narapidana dengan begitu dapat diberikan penilaian langsung terhadap perilaku narapidana (SPPN). "Jika WBP berkelakuan baik dan menaati peraturan tidak melanggar, maka petugas berhak memberikan unsur penilaian dalam memperolah hak-hak WBP termasuk pemberian remisi,"paparnya. Khusus bagi para WBP yang tercatat masih pelajar atau mengikuti ujian paket setara sekolah, Agung membuatkan khusus ruangan Laboratorium Komputer bagi WBP dalam mengikuti ujian paket yang dianjurkan pemerintah. "Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM) untuk proses belajar mengajar merupakan salah satu perhatian Menkumham. Kedepan rencana selain hanya baru digunakan proses belajar mengajar, juga laboratorium komputer yang sudah ada nanti akan terkoneksi online dalam ujian nasional Paket C di tahun 2018 ini,"tutupnya. "Lapas Cibinong ditunjuk dari Lapas-Lapas yang ada di seluruh Indonesia oleh Menkumham dijadikan sebagai objek studi tiru." (Angga)


Berita Terkait


News Update