MEGAPOLITAN

Muharsim: Mending Jadi Pemulung Daripada Ngemis

Jumat 22 Des 2017, 15:01 WIB

DEPOK (Poskota) - Seiring perkembangan zaman, mencari pekerjaan begitu sulit. harus bersaing dengan para pencari kerja yang selalu bertambah setiap tahun. Untuk mendukung itu ijazah tinggi sangat diperlukan. Tapi apa daya, jika hanya berijazah SMA ke bawah sulit mendapatkan pekerjaan. Itulah Muharsim, demi menghidupi keluarganya, ia bekerja sebagai pemulung sampah plastik, kardus bekas, dan lain lain. Dalam sehari ia berpengasilan Rp20 ribu dalam sehari ia tetap menanggung kebutuhan keluarga. Namun dengan kondisi yang demikian pak Murharsim tetap menjalani pekerjaan tersebut dengan senang hati. Di tempat pembuangan sampah RW. 12 Kampung Jembolangan, Tanah Baru, Kota Depok, Murhasim menjalani pekerjaan mulia tersebut, "Ya saya kerjanya di sekitaran Tanah Baru aja, walau penghasilan saya cuma Rp 20 ribu perhari saya tetap bersyukur," katanya. Kurangnya lapangan pekerjaan untuk lansia membuat Muharsim tidak ada pilihan lain selain menjadi pemulung. "Ya mau gimana lagi saya udh tua begini mau ga mau saya tetep bekerja untuk nafkahin keluarga walau umur saya sudah 58 tahun," tegasnya. Walaupun demikian pak Murhasim berhasil menyekolahkan kelima anaknya hingga tamat SMA. "Walaupun begini, Alhamdulillah saya bisa menyekolahkan anak-anak saya sampai tamat SMA," tuturnya. Muharsim menambahkan bahwa ia lebih memilih menjadi pemulung ketimbang jadi pengemis. "Ya dari pada jadi pengemis, mending jadi pemulung," tambahnya. Bapak yang memiliki lima anak ini berharap selalu diberi kesehatan agar terus bisa menjalani pekerjaan tersebut. (mo3/sir)

Tags:

admin@default.app

Reporter

admin@default.app

Editor