LAMPUNG (Pos Kota) – Mengetahui rekan-rekannya tewas tertembak, Suparyanto alias Toto Ledeng alias Mbah Jimat warga Metro, Lampung, komplotan perampok sadis antar-provinsi, ingin bertaubat dan berjanji tidak akan meninggalkan sholat, Rabu (6/12) pagi. “Pimpinan saya (Wagino) dan rekan-rekan saya sudah tewas, tinggal saya seorang diri. Sejak mereka tewas, saya berhenti merampok dan ingin bertaubat,”kata Mbah Jimat, di Mapolda Lampung. Menurutnya menjadi perampok sadis merupakan suatu pembelajaran bagi dirinya dan cerita hidup yang kelam. “Selama ini, saya selalu berbuat jahat dan sudah jauh dari ajaran agama, sebab itu saya sangat menyesal dan ingin bertaubat. Saya bersyukur hingga saat ini masih diberi hidup dan menganggap rasa sakit ini, merupakan karma atas perbuatan saya selama ini atau teguran dari Tuhan agar saya sadar,”sesalnya. Di penjara, sambung Mbah Jimat, dalam kondisi susah untuk berdiri dan merasakan sakit akibat luka tembak di kakinya,dia berjanji tidak akan pernah meninggalkan salat lima waktu. “Meski susah berdiri, terkadang hingga mengeluarkan air mata, karena menahan rasa sakit dan teringat perbuatan dosa yang saya perbuat, janji saya tidak akan meninggalkan sholat. Jika saya meninggalkan salat, saya siap menerima azab dari Allah SWT walau pun harus ditembak mati,”terangnya. Untuk rekan-rekan yang masih melakukan perampokan, segeralah sadar, karena setiap kejahatan pasti ada balasannya dan akan membuat rekan-rekan dan keluarga sengsara di dunia dan akhirat. Harta hasil rampokan tidak berkah dan tidak kekal karena sifatnya sementara atau habis tak berbekas. Hidup tidak tenang, karena selalu dikejar-kejar dosa. Oleh sebab itu, jika masih diberi hidup, berarti Allah SWT masih sayang dan memberi waktu untuk bertaubat. Jika badan sudah kaku atau meninggal, semua pintu taubat telah tertutup dan menyesal pun tidak ada gunanya. “Domisili tidak bisa menetap selalu berpindah-pindah tempat untuk sembunyi dari kejaran petugas. Semuanya percuma, bahkan harta yang ada sebelumnya habis terjual. Saya harus menjual rumah, untuk biaya hidup dalam pelarian. Pokoknya saya hidup tidak tenang,”ungkap Suparyanto. Dari catatan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, terkait dengan kejahatan tersangka Suparyanto bersama, almarhum Wagino alias Sumeri , amarhum Yulida Arifin alias Agatijan, almarhum Maryanto alias Togog, almarhum Bibit alias Topik, almarhum Mugianto alias Mugi, almarhum Sopoyono alias Alvian alias Bawo, almarhum Pairun alias Kirun, almarhum Mahfud alias Temu Sudewo, almarhum Mat Garong, almarhum Jegol, dan almarhum Sulis, melakukan perampokan di 28 TKP di wilayah Lampung Selatan, Lampung Timur, Metro dan Lampung Tengah. Modusnya, mendobrak pintu rumah korban lalu menodong korban menggunakan senjata api rakitan. Setelah melumpuhkan korbannya, mereka menguras uang, perhiasan dan barang-barang berharga milik korban. Selain itu, komplotan Mbah Jimat merampas mobil L300 , dengan cara mengejar dan menghentikan laju mobil korban, lalu menodongkan senjata api rakitan ke arah kepala korban. Setelah korban dikeluarkan dan di lakban, komplotan tersebut membawa kabur uang berikut mobil L300 milik korban. Salah satu korbannya Hartini warga Dusun IV, Desa Jaya Asri, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur. Dari rumah korban, komplotan Mbah Jimat menggasak 1 unit Truk, 1 unit Panther Touring, 25 buku BPKB mobil dan sepeda motor, uang tunai Rp 105 juta dan 70 gram perhiasan emas. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol. Heri Sumarji mengatakan, tersangka bersama komplotannya merupakan perampok antar Provinsi yang telah beraksi sejak tahun 2008 silam. “Tersangka Suparyanto alias Toto Ledeng alias Mbah Jimat ditangkap oleh tim pemburu, di Desa Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (29/11/2017) lalu,”ujar Heri Sumarji. Dari tersangka Mbah Jimat diamankan barang bukti berupa, 2 butir selongsong, 3 tali rapia dan lakban. Akibat perbuatannya, tersangka Mbah Jimat bakal dijerat Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) ancaman hukuman selama 9 tahun penjara.(koesma)
Kriminal
Perampok Sadis Ini Janji Jika Tinggalkan Salat Siap Terima Azab
Rabu 06 Des 2017, 19:19 WIB