JAKARTA (Pos Kota) - Sekretaris Jenderal Equestrian Federation Of Indonesia (Sekjen Efi), Triwatty Marciano, merasa prihatin, karena upaya yang dilakukan untuk mempersatukan masyarakat equestrian seluruh Indonesia melalui kalender kegiatan bersama tidak bisa berjalan dengan mulus, walaupun upaya tersebut sudah mendapat dukungan dari Sekjen Koni,Ketua Satlak Prima dan Pembina utama Efi, menyusul keluarnya surat yang berisi kebijakan transisional dari ketua umum EFI Irfan Y Gading. Sikap keprihatinan tersebut disampaikan di kawasan Plaza Indonesia, Jakarta Selatan. "Terus terang saya merasa kaget dan kecewa ketika menerima surat tembusan dari Ketua Umum EFI yang isinya sangat kontradiktif dengan pernyataan beliau yang kelihatanya menyepakati dan menyetujui imbauan yang disampaikan oleh Sekjen Koni,Ketua Satlak Prima dan Pembina utama EFI. Imbauan yang disampaikan dalam forum silaturahmi ini,dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa, EFI adalah satu -satunya NF yang diakui oleh KONI dan FEI,Oleh karena itu EFI harus bisa menjadi panutan dan wadah komunitas equestrian di seluruh Indonesia." Adanya agenda kegiatan bersama ini adalah wujud nyata dan merupakan prioritas pertama yang harus dilakukan untuk dijadikan tolok ukur bagi kemajuan upaya bersatunya kembali komunitas equestrian yang dalam beberapa tahun terakhir ini terbelah menjadi beberapa kubu. Demikian juga pertemuan yang dilakukan oleh pihak EFI, Eqina dan Pordasi yang diwakili oleh Rafiq Hakim Radinal,Irvan Y Gading,Triwatty Marciano,Ruminta, Jose Rizal,Edy Sadak dan Dewi adalah pertemuan untuk membahas rencana merealisasikan kalender kegiatan bersama. Dengan adanya kalender kegiatan bersama ini bukan berarti bahwa semua kekurangan, ketidak sempurnaan dan kekeliruan di masa lalu tidak kita benahi tetapi justru disepakati akan menjadi Pekerjaan Rumah bagi kita semua untuk diselesaikan secara musyawarah dan mufakat dalam suasana komonikasi dua arah yang positif, tegas Sekjen Efi. Kemelut yang terjadi selama ini menjadi suatu kerugian besar bagi kita semua baik bagi atlit,riders,horse, para owner club dan bahkan EO atau penyelenggara pertandingan. "Selama ini kita selalu menyebut diri bahwa diri kita merah putih tetapi pada kenyataannya selalu perang dingin dan saling menghujat lewat media masa. Kita tidak usah menutupi atau membohongi diri kita sendiri bahwa, dalam melakukan pembinaan dan pertandingan equestrian, membutuhkan dana yg tidak sedikit. Oleh karena itu dengan adanya stakeholder yang mau menjadi pelaksana dari penyelenggaraan pelatihan bersama ini,merupakan keuntungan yang sangat besar bagi sebuah NF dalam hal ini EFI." "Tidak bisa kita pungkiri juga, bahwa para atlit, pelatih dan para ofisial pun menginginkan dan mendambakan suasana yang lebih kompetitif di setiap pertandingan yang diselenggarakan. Sehingga dengan kalender kegiatan bersama ini semua akan bisa terwujud. Sekali lagi saya sampaikan bahwa dengan berjalanya kalender kegiatan bersama, semua yang terkait akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan ketidak sempurnaan bahkan kekeliruan dimasa lalu. Koni sebagai induk organisasi. telah menjanjikan akan membantu menyelesaikan kemelut antara pordasi, equina dan EFI selama ini." "Kejayaan equestrian di masa yang akan datang adalah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama,bukan hanya EFI dan pengurus EFI itu sendiri, untuk ini saya mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan bersabar, agar luka yang ada tidak menjadi lebih dalam. Dan saya berharap kepada semua komunitas bersabar dan percayalah bahwa EFI dan pengurus EFI yang telah mendapatkan mandat kepercayaan/amanah dari seluruh komunitas yang ada di seluruh Indonesia akan melakukan yang terbaik bagi semua pihak," kata sekjen Efi menutup wawancaranya. (*/syamsir)
Uncategorized
Sekjen EFI Prihatin Kondisi Equestrian Indonesia
Selasa 18 Feb 2014, 15:00 WIB