MEGAPOLITAN

Harga Cabe Melambung, Pemilik Warteg Limbung

Selasa 28 Jan 2014, 00:12 WIB

SENEN (Pos Kota) – Melambungnya harga cabe merah dan bawang di pasar tradisional membuat ibu rumah tangga dan pengusaha warung Tegal (warteg) kelabakan. Mereka meminta pemerintah segera mengatasi, sehingga harga kebutuhan hidup kembali normal. “Harganya mulai nggak karu-karuan, apalagi harga cabe. Masak naik bisa setiap hari. Gaji suami saja belum tentu naik setahun sekali,” keluh Ny. Nurhidayati, 45, warga Jalan Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, Senin (27/1). Walau harga cabe melambung, Nurhidayati tetap membelinya, karena suami dan kedua anaknya tidak berselera bila makan tidak ada sambal. “Kalau seperti ini, paling saya beli dikit saja. Biasanya kan, sekali beli bisa banyak karena buat stock sekalian,” ucapnya. Hal serupa dikeluhkan Asih, pemilik warteg di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Harga cabe merah kriting yang tembus hingga Rp120 ribu/Kg di pasar tradisional membuatnya serba salah. “Kalau nggak ada cabe yang beli nanti pada nanyain. Kan kasihan juga mereka,” tuturnya seraya mengatakan meski harga cabe mahal tetapi tidak menaikkan harga dagangannya. PASOKAN TERHAMBAT Sementara itu, sejumlah pedagang cabe di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengaku mahalnya cabe dan bumbu dapur lainnya dikarenakan pasokan barang dari petani terhambat karena banjir. “Sebenernya nggak enak juga sama pembeli, ngejual cabe sampai dengan Rp120 ribu dan bawang merah Rp80 ribu/Kg,” katanya. “Tapi bagaimana lagi, dari sananya juga mahal.” Sebelum banjir, harga cabe merah kriting di pasar tradisional ada di kisaran Rp60 ribuan sekilo, sedangkan bawang merah Rp55 ribu/Kg. (deny/st/o)

Tags:

admin@default.app

Reporter

admin@default.app

Editor