JAKARTA (Pos Kota) - Kementerian Riset dan Teknologi mendorong peneliti perguruan tinggi terus mengembangkan baterai untuk mobil listrik nasional (Molinas). Pasalnya, mobil bertenaga listrik ini akan diproduski massal mulai 2017. "Saya ingin baterai yang dihasilkan bentuknya lebih kecil, ringan, dan tahan lebih lama. Karena itu kami akan bantu peneliti perguruan tinggi yang serius meneliti untuk memperbaiki baterai ini,” kata Menristek Gusti Muhammad Hatta ketika meninjau Pusat Pengembangan Mobil Listrik Nasional di Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, kemarin. Menurut Gusti, para peneliti dari beberapa perguruan tinggi yang saat ini masing-masing melakukan penelitian nantinya akan disatukan untuk untuk dapat menghasilkan baterai yang lebih baik. Pihak Kemenristek sendiri akan memberikan bantuan dana untuk penelitian bersama tersebut. Diakui, saat ini sebenarnya ada pihak yang memproduksi baterai mobil listrik yakni PT Nipres di Jawa Barat dengan sumber daya listrik 200 volt yang mampu menempuh jarak kurang lebih 80-90 km. Diharapkan tahun depan bisa ditingkatkan menjadi 300 volt, tahun 2015 bisa 400 volt, tahun 2016 500 volt, dan tahun 2017 saat molinas diproduksi massal kekuatan baterai sudah bisa mencapai 600 volt. Pembuatan baterai mobil listrik tersebut diharapkan tingkatannya semakin tinggi dan kandungan bahan lokalnya juga ditambah terus, sehingga bisa mencapai 60 persen bahan dari dalam negeri. Kalau kandungan lokalnya semakin banyak maka harga baterai juga akan semakin murah. Soal belum maksimalnya kemampuan baterai mobil listrik ini menurut Menristek sebenarnya bukan hanya dialami Indonesia saja, tapi di dunia internasional juga belum begitu maju. Dengan demikian jika Indonesia mau bersaing tidak terlalu masalah. Sementara itu, Koordinator Pengembangan Mobil Listrik Nasional di UNS, Moh Nizam, mengatakan proses pembuatan platform telah selesai dan menunggu penyelesaian body. “Rencananya kami buat baterai secara bertahap yang tadinya litium impor akan kami ganti dengan litium yang dibuat sendiri,” katanya. UNS sendiri merupakan salah satu dari lima perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang mengembangkan mobil listrik nasional yang bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Empat PTN lainnya yakni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI). Meski demikian, menurut Nizam tugas perguruan tinggi bukan memproduksi mobil melainkan membuat riset untuk dikembangkan agar bermanfaat bagi masyarakat. (faisal/yo)
Nasional
Kemenristek Dorong Pengembangan Baterai Mobil Listrik
Sabtu 07 Des 2013, 12:37 WIB