Di Indramayu, Ribuan Warga Kunjungi Pameran Benda Pusaka

Jumat 04 Okt 2013, 10:29 WIB

INDRAMAYU (Pos Kota) – Ratusan benda-benda  pusaka dipamerkan di  di Pendopo Pemkab Indramayu menyambut Hari Jadi Kota Indramayu Ke-468. Pameran itu  menarik perhatian masyarakat karena benda-benda pusaka itu berhubungan dengan sejarah nenek moyang pendiri Indramayu R. Bagus Aria Wiralodra. Setiap hari, tak kurang dari seribu pengunjung kebanyakan siswa-siswi dari mulai SD, SLTP hingga SLA dan mahasiswa Perguruan Tinggi tumplek mendatangi gedung Pendopo Pemkab Indramayu yang dalam beberapa hari terakhir ini dipenuhi benda-benda pusaka. Benda-benda pusaka  warisan nenek moyang itu ada yang berupa senjata tajam seperti keris, pedang, tombak, badik, kudi, naskah kuno, ukiran kuno, wayang kulit, kuda lumping, sejumlah lukisan para mantan bupati dari zaman penjajahan hingga sekarang  dan  Cakra yang merupakan senjata utama R. Bagus Aria Wiralodra yang selalu digunakan saat berperang melawan musuh-musuhnya. Benda-benda pusaka itu tertata dengan apik. Memancing setiap pasang kelopak  mata pengunjung untuk melihatnya. Di dinding panitia memasang beberapa tulisan besar “Dilarang Menyentuh”. Maksudnya bukan  karena keberadaan keris atau benda pusaka itu mengandung unsure magis, tatapi semata demi keamanan. Karena maklum biasanya anak-anak senang memegang benda yang baru dilihatnya. Padahal benda itu sangat tajam yang jika salah pegang dapat melukai siapa saja, termasuk anak-anak. Tak hanya senjata tajam, panitia juga memamerkan rompi tambal sewu, semacam rompi anti peluru yang dibuat menggunakan tambalan-tambalan kain yang dijahit menggunakan tangan. Rompi tambal sewu menarik perhatian pengunjung lantaran konon menurut ceritanya rompi itu pernah dipakai R. Bagus Aria Wiralodra saat bertempur melawan tentara kerajaan musuh dan luput dari goresan senjata tajam jenis apapun. Ada lagi Keris Kyai Sidum itu bertahtakan emas. Dibuat pada masa Kerajaan Pajajaran. Data teknis Keris Kyai Sidum mempunya 9 luk atau lekukan, dhapur Naga Raja.  Panjang bilah 35 cm, panjang ganja 8 cm, panjang pesi 1 cm. Keris itu kata Winarno Komunitas Benda Purbakala Indramayu yang dijumpai Pos Kota kemarin pernah ada yang menawar seharga Rp500 juta. Tapi oleh pemiliknya warga Desa Pasekan, Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu tidak diberikan. Keris Kyai Sidum dari tampilan fisik terlihat berbeda dengan keris lainnya. Keris itu terlihat  menarik dan berwibawa karena keaslian  bahan logam serta adanya lapisan emas. Pembuatannya  apik, enak dipandang.  Keris pada zaman Kerajaan Pajajaran sampai sekarang tetap dipelihara dengan baik. Yang tak kalah menariknya, pengunjung dapat mengamati lukisan besar sosok R. Bagus Aria Wiralodra yang badannya tampak kekar. Terlihat  masih muda. Sorot matanya  tajam, berambut panjang  yang digelung, berkumis penuh wibawa. Winarno, salah seorang komunitas benda pusaka  mengemukakan, sangat sedikit masyarakat yang memahami cara memelihara benda-benda pusaka apalagi yang bernilai sejarah itu.  Ada warga yang salah kaprah memelihara benda-benda pusaka itu. Sehinga karena ketidaktahuannya,  keris yang ia miliki itu sampai diasah katanya supaya tajam. Keri situ pun diperlakukan seperti sepatu disikat dan sebagainya. Semua itu merupakan salah satu contoh pemeliharaan benda-benda pusaka yang tidak pada tempatnya. Komunitas benda pusaka siap memberikan pengertian tentang tata cara memelihara benda-benda pusaka yang baik dan benar. “Kami pun cukup prihatin dengan banyaknya gaman-gaman atau barang pusaka Indramayu yang sekarang sudah berpindah tangan sampai ke luar negeri,” kata Winarno. Dikatakan, nilai tertinggi sebuah benda pusaka adalah sisi historis dari benda pusaka itu serta keaslian logam dan unsur perawatan yang baik dan benar. “Indramayu harus bangga karena memiliki seorang ahli gaman bernama Ismantoro yang sekarang hijrah ke Jakarta sebagai pemandu koleksi internasioal di Jakarta,” katanya. (taryani/sir)


Berita Terkait


News Update