Bangunan saluran irigasi DI Cidahu di Cikedal Pandeglang yang jebol. (Foto: Ist).

Regional

Irigasi Jebol, DPRD Pandeglang Minta Kontraktor dan DPUPR Tanggung Jawab

Kamis 01 Jan 1970, 07:00 WIB

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID -  Komisi III DPRD Pandeglang, meminta kepada pihak kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk bertanggung jawab atas jebolnya saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) di Cidahu Girang di Cikedal, Kabupaten Pandeglang, beberapa hari lalu.

Sekretaris Komisi III DPRD Pandeglang, Ade Muamar mengatakan, saluran irigasi itu merupakan penunjang dalam meningkatkan produktivitas di sektor pertanian di kawasan tersebut.

Namun, lanjut Ade, jika saluran irigasi itu rusak, maka aliran air akan terganggu, sehingga lahan pertanian para petani di wilayah tersebut tidak terairi secara maksimal.

"Untuk itu, saya minta pihak DPUPR maupun kontraktornya untuk segera melakukan penanganan terhadap bangunan irigasi yang jebol itu," kata Ade, saat dikonfirmasi Pos Kota, Selasa (6/2/2024).

Bahkan, dikatakan ade, jika dirinya sangat menyayangkan jebolnya saluran irigasi tersebut lantaran baru rampung dibangun setahun yang lalu.

"Karena informasi yang kami terima irigasi itu batu selesai dibangun tahun 2023 lalu," ungkap Ade.

Politisi PKB itu mengaku, saluran irigasi tersebut sangat dibutuhkan oleh para petani untuk kelancaran sistem pengairan ke area persawahan yang mereka kelola selama ini.

"Apalagi sekarang ini sudah memasuki musim tanam, kasihan petani jika aliran air ke persawahannya terganggu," katanya.

Terpisah, Kepala Bidang SDA DPUPR Pandeglang, Eli mengaku, jika saluran irigasi DI Cidahu yang jebol itu akan segera ditangani.

"Insya Allah segera ditangani Minggu-minggu ini," ungkapnya.

Diketahui, saluran irigasi DI Cidahu Girang di Desa Dahu, Kecamatan Cikedal itu dibangun oleh DPUPR Pandeglang dengan menelan anggaran sebesar Rp1.660.143.000, yang bersumber dari APBD Pandeglang Tahun Anggaran (TA) 2023.

Adapun kontraktor pelaksana yang menegerjakan proyek irigasi DI Cidahu tersebut yaitu CV Alvatir. Namun, setelah selesai dibangun, para petani di wilayah Cikedal mengkritik hasil pembangunan tersebut.

Bahkan para petani sempat meminta kepada pihak kontraktor untuk dilakukan pemeliharaan saluran irigasi tersebut.

Namun hal itu tak kunjung dilakukan, hingga akhirnya bangunan saluran irigasi itu pun jebol saat hujan melanda wilayah tersebut. (Samsul Fatoni).

Tags:
saluran irigasi jebolbertanggung jawabDaerah IrigasiCidahu GirangKabupaten Pandeglang

Samsul Fathony

Reporter

Ade Mamad

Editor