MRT Mulai Dibangun Tahun Depan

Rabu, 27 Januari 2010 - 6:18 WIB

| More

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah proses desain dasar (basic design) Tahap I (Lebak Bulus-Dukuh Atas) telah ditentukan pemenang tender serta kalayakan Tahap II (Dukuh Atas-Harmoni) selesai, pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) segera dilakukan. Moda angkutan massal tersebut direncanakan akan dimulai pembangunannya pada pertengahan 2011.

Namun sebelum pembangunan mega proyek tersebut dilakukan, akan dilanjutkan dengan pelaksanaan visibility study (studi kelayakan) MRT Tahap III (Balaraja-Cikarang). Sehingga pembanguan dapat dilaksanakan sesuai dengan target yakni 2011 dan siap beroperasi pada 2016. Dalam hal ini, Gubernur DKi, Fauzi Bowo, menyatakan percepatan proses pembangunan terhadap angkutan sangatlah penting. Mengingat proses tersebut akan mampu menyerap tenaga kerja di Jakarta sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi ibukota.

Oleh karena itu, Pemprov DKI akan berupaya memintya percepatan proses MRT. sebab, DKI sendiri telah mempersiapkan pelaksanaan proyek ini baik dari sisi pembiayaan dari APBD maupun dari rencana kerja yang akan dilaksanakan.

Sedangkan mengenai pembiayaan dana MRT Tahap III yang diprediksikan memakan biaya sebesar Rp 33 triliun akan dipenuhi dalam bentuk sharing dana antara Pemprov DKI dengan Pemerintah Pusat. Anggaran biaya itu diungkapkan Fauzi didasari dari perkiraan pembiayaan untuk proyek sepanjang 87,6 kilo meter. Menurutnya nominal Rp 33 triliun dikeluarkan dari Departemen Perhubungan. “Bisa saja sama, bisa saja lebih besar. Nanti akan dihitung lebih lanjut,” ujarnya.

Sistem pembiayaan tersebut juga sesuai dengan pendanaan untuk MRT tahap I senilai Rp 144 miliar yen yang diperoleh dari pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dengan tanggung jawab sharing antara Pemprov DKI dan Departemen Keuangan.

Permintaan sharing itu diungkapkan Fauzi lantaran, DKI tidak mungkin membiayai keseluruhan pembangunan hanya dari APBD. Pasalnya, total jumlah APBD DKI Jakarta selalu berkisar pada nominal Rp 20 triliunan. Untuk tahun 2010 saja, total jumlah APBD DKI 2010 sebesar Rp 24,67 triliun. “Skema pembiayaan itu seharusnya dengan sistem sharing seperti MRT Tahap I,” kata Fauzi.

Selain meminta bantuan dana pada Pemerintah pusat, paparnya, Pemprov DKI juga akan mencari sumber pendanaan dengan sistem pinjaman jangka panjang, agar tidak membebani APBD. Seperti proyek MRT tahap I, pendanaan berdasarkan pinjaman dengan jangka waktu selama 30 tahun dan 10 tahun grace period (masa tidak bayar bunga).

(guruh/sir)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id