3 Tahun Lumpur Lapindo, Warga Semakin Sengsara

Jumat, 29 Mei 2009 - 9:34 WIB

| More

SURABAYA(Pos Kota)-Hari ini 29 Mei 2006 tepat sudah tiga tahun semburan lumpur panas Lapindo yang menyembur di area sumur Banjar Panji I Renokenongo, Porong. Namun sampai hari ini  persoalan sosial belum selesai.

Agar pemerintah lebih serius menangani dampak semburan terus diteriakan korban.Namun sepertinya teriakan mereka hilang ditelan luas dampak semburan lumpur tersebut.

Entah kapa nasib korban diperhatikan. Padahal konon lumpur itu akan tetap menyembur sampai 31 tahun yang akan datang bila tidak ada teknologi yang bisa menutupnya.

Beberapa perwakilan korban lumpur beranggapan penuntasan persoalan sosial sampai kini terkesan lamban.Pihak PT Minarak Lapindo Jaya, selaku juru bayar pembelian aset korban lumpur di area peta terdampak, maupun pemerintah pada tiga desa (Besuki, Pejarakan dan Kedungcangkring, Kec. Jabon) belum juga tunas melaksanakan  tugas.

Meski demikian ada juga korban lumpur menilai  penanganan sosial sudah baik atau ada kemajuan terutama soal  ganti rugi.

Seperti Sekretaris Gabungan Korban Lumpur Lapindo(GKLL) Khoirul Huda menilai persoalan ganti rugi sudah ada perubahan lebih baik.Meski demikian, lanjut Khoirul Huda, ia tetap berharap ada campur tangan pemerintah pusat terkait pelunasan sisa pembayaran 80 persen yang dicicil oleh MLJ sebesar Rp 15 juta perbulan karena keuangan Bakrie terimbas krisis global.

Sedangkan Ketua Paguyuban Warga Renokenongo Korban Lapindo (Rekorlap) Sunarto, mengungkapkan, tiga tahun pasca semburan lumpur, nasib warga yang sebelumnya tinggal di pengungsian Pasar Porong Baru belum juga membaik.

Meski sudah menerima uang muka ganti rugi 20 persen dari MLJ, nasib warga tak kunjung membaik. “Uang itu sudah habis untuk belanja kebutuhan sehari-hari,” akunya.

Apalagi, lanjut Sunarto, warga juga harus membeli tanah dan mendirikan rumah di lahan relokasi  yang baru didaerah Kedungsolo, Porong.Dulu, rencananya pembelian itu semua menunggu realisasi sisa ganti rugi 80 persen secara utuh hanya tinggal harapan. (nurqomar/B)

Bookmark and Share

Baca Juga

  • No Related Post
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id