4.000 Personil Amankan Imlek

Selasa, 9 Februari 2010 - 6:12 WIB

| More
4.000 Personil Amankan Imlek

JAKARTA (Pos Kota) – Sedikitnya 4.000 personil Polda Metro Jaya akan diturunkan dalam pengamanan Hari Raya Imlek 2010. Polisi juga berjanji akan memberikan pengawalan gratis bila ada warga yang akan bagi-bagi ampau saat Hari Imlek.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs Boy Rafly menjelaskan polisi sudah menyiapkan rencana pengamanan terhadap tempat peribadan, pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi di Jakarta.

Soal akan ada warga yang meminta pengawalan dan pengamanan bila ada keluarga yang akan bagi-bagi ampau, Boy Rafly menjelaskan Polda Metro Jaya akan memberikan pengawalan gratis.

“Kalau ada yang meminta, kami pasti akan memberikan pelayanan gratis,” kata Boy Rafly.

PERNAK PERNIK

Pedagang asesoris menjelang Imlek 2561 ( tahun internasional 2010) yang tinggal sepekan lagi, semarak di Jl.Pancoran Kelurahan Glodok, Jakarta Barat, disetiap sudut sampai diatas trotoar pedagang asongan asoserias berjejer.”Awalnya juga saya pedagang asongan seperti di tepi jalan itu,” Apiau (Murtalim, 57 tahun), pedagang asesoris, patung keramik di Jl.Pancoran No 58, Glodok.

Sejak berusia 12 tahun, ia sudah mengadu nasib di Jl.Pancoran Glodok ini, peerjaan serabut apa saja dilakukan, sampai menjadi karyawan dari pedagang asesoris Imlek.”Sebelum tahun 1970an aetiap Imlek Jl.Pancoran sekitarnya ditutup selama 3 hari. Di kawasan ini diselenggarakan pasar malam Ada Pasar Bandeng,berbagai makanan khas dan berbagai kesenian dipagelarkan, “ kenangnya .

Sekitaer 30 tahun kesemarakan Imlek tidak diselenggarakan karena pemerintah melarangnya berbagai kegiatan bernuansa China melalui Inpres nomor 14 tahun 1962. Dan baru diiizinkan kembali tahun 2000 setrelah Inpres itu dicabut melalui kepres .”Saat itulah, kami buka usaha sendiri,”ujarnya bersyukur.

Apaui, yang pernah menjadi RT 4 periode di RW 01 Glodok, tidak hanya berdagang asoseris atau patung, tapi juga berbagai kelengkapan pengantin untuk tradisi China ,”Tahun ini omzet menurun 20 persen dari menjelang Imlek biasanya mencapai Rp 8 jutya/hari. Mungkin daya belim yang kurang bukan karen a pengaruh masuknya pasar bebas AFTA,” sambungnya.

Di kios ini pembeli bisa memilih berbagai asesoris buatan lokal atau buatan impor seperti lampion dari harga Rp 40.000/pasang sampai Rp 200.000/pasang atau keramik dari perpaduan 8 dewa harganya bisa merncapai Rp 10 juta, patung dewa, Tikhai Tjindjin atau Dewa Penjaga Abadi dan pelindung Laut, qing Shui Zu Shi atau Tuan Karang terjal, Dewa Fu De Zheng Shen atau Dewa bumi, Cen Shen Dewa Rejeki, Dewa Khuan Kong, Panglima perang dan Dewi Kuan Im Dewi Welas Asih. Harganya disesuaikan besar kecilnya dari Rp 500 ribu ada yang sampai Rp 20 juta..

Sedang untuk barongsai, liong semua pruduk lokal, Semarang dan Bekasi, harganya dari Rp 100 ribu sampai Rp 2,5 juta. Untuk harga Rp 2,5 juta sudah lengkap termasuk dua kostum untuk pemain barongsai.”Dagang seperti ini ramainya menjelang Imlek, untuk hari biasa dapat Rp 3 juta/hari sudah bersyukur,” tuturnya (edi/herman)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id