Dibakar Cemburu, Suami Bunuh Isteri
Minggu, 7 Februari 2010 - 14:54 WIB
TANGERANG (Pos Kota) – Lagi, seorang suami tega membunuh istrinya. Peristiwa berdarah ini terjadi di Gang Ampera, RT 03/01, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, Minggu (7/2) dinihari. Kuat dugaan, pembunuhan tersebut dilatar belakangi cemburu.
Ny Haraya, 37, tewas dengan dua luka tusuk di bagian perut dan dadanya. Guru SD Merpati Poris Indah ini dibunuh oleh Anton Pranata, suami korban. Guna penyelidikan lebih lanjut, jenazah dibawa ke kamar mayat RSU Tangerang untuk diotopsi. Hingga kini petugas Polres Metro Tangerang masih memburu sang suami.
Yusuf Ramdani, 16, anak kedua korban, mengatakan sebelum peristiwa pembunuhan tersebut terjadi. Dia melihat kedua orangtuanya tengah bertengkar di dalam kamar. Tak mau ikut campur dengan urusan orang tuanya, Dani pun kemudian pergi keluar untuk bermain. Sabtu malam sekira pukul 21.00, Putri Nova Harianto, 17, anak putri korban, pulang usai belajar kelompok di rumah temannya.
Namun, ketika tiba di rumah berukuran 3 x 6 meter ini, gadis berkulit putih ini malah diusir oleh Anton Pranata. Putri pun menghampiri Dani untuk menanyakan kenapa bapaknya mengusir? Dani pun kemudian menjelaskan kepada kakaknya tersebut jika kedua orangtuanya tengah bertengkar.
“Saya pulang ke rumah sudah melihat orangtua saya duduk diam di dalam kamar. Saya tahu kalau keduanya tengah bertengkar. Setelah itu saya langsung pergi bermain,” ujar Dani.
Tak berselang lama, sejumlah tetangga mendengar suara minta tolong yang berasal dari dalam rumah bercat kuning tersebut. Mendengar teriakan tersebut, Amsori, 40, kakak kandung korban, yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban ini berusaha masuk ke dalam rumah adiknya itu. Karena terkunci, Amsori bersama Iwan, anaknya, kemudian mendobrak pintu bercat hijau tersebut.
Rupanya, ketika didobrak, Anton, suami korban, langsung kabur melalui pintu belakang rumah. Panik melihat guru yang mengajar di kelas 5 SD Merpati Poris Indah ini sudah bersimbah darah diatas kasurnya, Amsori dibantu warga kemudian membawa korban ke Klinik Samba Medik di jalan Maulana Hasanudin no 33, Kelurahan Poris, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang yang hanya berjarak 200m dari rumah korban.
“Pas diangkat, ibu saya masih hidup. Namun ketika dibawa ke klinik, sudah meninggal . Ibu juga tak sempat mengatakan apa-apa kepada saya,” ungkap Dani yang baru tahu dari warga jika ibunya ditusuk oleh bapaknya sendiri.
Nyawa ibu tiga orang anak ini tak tertolong lagi karena kehabisan darah. Warga pun melaporkan peristiwa ini ke Polres Metro Tangerang. Petugas kemudian melakukan olah TKP di rumah korban. Hingga kini petugas masih memburu pelaku pembunuhan tersebut.
Dani juga menceritakan jika kedua orang tuanya sering bertengkar. Namun dia tak menyangka jika bapaknya tega menghabisi nyawa ibunya itu, karena selama ini keduanya hanya bertengkar mulut saja. “Saya benar-benar tidak menyangka bapak tega membunuh ibu saya,” ungkap Dani.
5 TAHUN TAK HARMONIS
Sejak 5 tahun terakhir, keluarga ini terlihat sudah tidak harmonis lagi. Setiap kali bertengkar, Anton selalu mengungkit soal kecemburuannya terhadap istrinya yang saat itu akan mendaftar kuliah keguruan di Pasar Rebo, Jakarta Timur. “Bapak cemburu kalau nanti ditempat kuliah ibu dekat dengan seseorang,” ungkapnya.
Memang selama ini kecurigaan tersebut tidak terbukti. Usai mengajar di pagi hari, ibunya tersebut kemudian pulang pada siang hari, selanjutnya mengurus ketiga anaknya. “Habis pulang ngajar, ibu selalu ada di rumah,” ujar Dani.
Tak tahan dengan sikap suaminya yang pengangguran tersebut, Ny Haraya selalu mengancam meminta cerai kepada suaminya tersebut setiap kali keduanya tengah bertengkar. Namun permintaan cerai tersebut ditolak oleh Anton dengan alasan apabila cerai berarti salah satu diantaranya harus mati.
“Setiap bertengkar, ibu selalu minta cerai tapi bapak tidak mau. Kalo bercerai, salah satu harus mati, ” ungkap Dani meniru ancaman bapaknya tersebut.
Namun, seminggu sebelum kejadian, dia bersama Putri, kakaknya, melihat bapaknya tengah menyimpan sebilah pisau belati di bawah kasur kamar orangtuanya tersebut. Bersama kakaknya tersebut, Dani pun mengambil pisau tersebut. Keduanya malah dimarahi oleh bapaknya.
” Waktu pisau itu diambil, bapak malah marah-marah dengan alasan yang gak jelas,” ungkap Dani.
Menurut Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tangerang, Kompol Ari Ardian, selain memburu pelaku yang sudah diketahui ciri-cirinya tersebut, pihaknya pun masih memintai keterangan saksi-saksi untuk mengungkap motif pembunuhan tersebut.
“Tunggu hingga pelakunya berhasil kami tangkap baru kami dapat mengetahui motif pembunuhan tersebut apakah cemburu atau ada motif lain,” ungkap Ari Ardian. (C3/dms)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id




Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 