Produk China Banyak Mudhorat
Kamis, 28 Januari 2010 - 0:59 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Dalam perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) Asean-China, Indonesia dipastikan lebih banyak mendapatkan mudhorat (bahayanya-red) daripada manfaat. “Karena tak siap. Kita pasti lebih banyak mendapatkan mudhoratnya,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofyan Wanandi, Rabu (27/1).
Mengingat mudhorat yang didapat lebih banyak, banyak pihak yang cemas. Tak hanya pengusaha dan masyarakat saja, pemerintah sebenarnya dag dig dug alias khawatir juga.
Makanya pemerintah dan para pengusaha sampai saat ini masih terus berkoordinasi untuk mencari jalan keluar agar kerugian nanti tidak begitu besar. “Kami semua sepakat bagaimana meminimalisir PHK,” terangnya.
Sebab kalau sampai terjadi PHK besar-besaran, lanjutnya, pada akhirnya menimbulkan masalah baru. Antrean pengangguran makin panjang dan daftar warga miskin akan bertambah banyak.
Selama dua tahun terakhir, Sofyan mengaku Indonesia harus menelan pil pahit dalam hubungan dagang dengan China, karena minus. Tahun 2009 kemarin saja, Indonesia minus 1,5 miliar hingga 2 miliar dolar AS. “Ini terjadi karena Indonesia banyak membeli infrastruktur listrik dan telekomunikasi dari Negeri Tirai Bambu,” ucapnya.
Untuk mencegah minus lebih besar, aparat pemerintah di bandara dan pelabuhan harus betul-betul mengawasi secara ketat untuk menangkal masuknya barang yang dari luar yang tidak memenuhi standarisasi, terutama dari China. “Bea Cukai, BPOM, Karantina dan sebagainya harus bekerja keras menangkal masuknya barang tak berstandar,” tandasnya. (setiawan/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id








Copyright © 2010 · All Rights Reserved ·