Ditembak, Rampok Lintas Kota Menyerah
Rabu, 27 Januari 2010 - 18:59 WIB
SURABAYA(Pos Kota) – Tamat sudah karir Sutikno alias Antoni. Lelaki 29 tahun, yang tinggal di Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan ini, tak berkutik saat disergap Tim Buser Polres Malang, Rabu (27/1). Sutik adalah kawanan gembong rampok lintas kota.
Track record di kepolisian, Sutik dan kawanannya, adalah penjahat kambuhan yang sudah malang melintang di dunia kriminal. Terakhir, Siri ketangkap Tim Buser Polres Malang bersama Supantar dan Untung, usai beraksi di sebuah rumah juragan sriti di daerah Wajak, Kabupaten Malang, November lalu.
Siapa sebenarnya Sutik? Lelaki berperawakan gempal ini, adalah yang dituakan dalam jaringan Siri yang tempat tinggalnya, sama persis dengan Sutik. Tak beda dengan Siri, Sutik juga punya jam terbang tinggi. Soal melumpuhkan dan mencari mangsanya, dia adalah jagonya.
Rekan-rekan sesama bandit pun tahu siapa Sutik ini. Ia punya julukan sangar, yakni Giant. Ia bahkan mengabadikan nama tersebut menjadi tato pada lengan kanannya.
“Giant berarti raksasa. Saya memang raksasa dalam dunia rampok,” ucap Sutik saat ditemui di Mapolres Malang, Rabu (27/1).
Catatan kriminal Sutik, dirinya sudah 4 kali menyatroni para toko dan saudagar kaya di Mojokerto. Beberapa kali di Sidoarjo, serta dua kali didaerah Pati, Jawa Tengah. Di Pati sendiri, Sutik merampok juragan SPBU. Ia bahkan harus dikejar-kejar Kepolisian Wilayah Jawa Tengah karena saat ini, Sutik tercatat sebagai residivis yang kabur dari LP Pati.
“Saya memang kabur dari LP bersama Siri. Saat itu, saya menggergaji sel dan kabur meloncat,” papar Sutik yang selalu membawa celurit dan cadar saat beraksi.
Ihwal ditangkapnya Sutik, bermula saat tiga kawanannya yakni Siri, Supantar dan Untung, lebih dulu ditangkap Tim Buser Polres Malang beberapa waktu lalu. Hanya saja, meski ketiga kawannya itu sudah diringkus Polisi, tak membuat Sutik berhenti melancarkan aksinya.
Ia didewakan dan jadi rujukan bagi para pelaku-pelaku lokal. Sampai akhirnya, ia kembali diundang 4 pelaku lokal berinisial K, S, K serta J, untuk beraksi bareng di Pakisaji, lima hari lalu.
Pada kejadian ini, Sutik menyatroni rumah juragan barang bekas dan memperdayai anaknya sekaligus membawa kabur motor dan ponsel. Para pelaku lokal di Malang ini, rupanya punya akses kuat ke Sutik. Terbukti, setelah mengontak Sutik, mereka akhirnya merencanakan aksinya seperti tempat, sasaran dan jam beraksi.
Para pelaku lokal ini pun meminta Sutik memimpin kelompok mereka.
Belum seminggu, Sutik akhirnya bertekuk lutut di hadapan Tim Buser Polres Malang. Sutik disergap saat petang sewaktu dirinya membeli makanan di sebuah warung, dekat rumahnya di Pasuruan.
Sutik sempat mencoba kabur dan lari melewati gang-gang sempit. Tak ingin kehilangan buruannya, polisi melumpuhkan Sutik dengan timah panas. Sutik pun tak berdaya. Ia terkapar dengan kaki penuh darah.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Kusworo Wibowo menyatakan, Sutik sudah diburu banyak polisi. Siang ini saja, tercatat Polisi dari Mojokerto, sudah menunggunya untuk diinterogasi. Tak hanya itu, Sutik yang kabur dari LP Pati, tentu akan jadi kabar gembira bagi korban dan petugas yang wilayahnya dijadikan target beraksi (nurqomar/dms)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id




Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 