Dikeluhkan Petani, Naiknya Ongkos Tandur dan Sewa Traktor
Senin, 7 Desember 2009 - 18:16 WIB
INDRAMAYU (Pos Kota) – Para petani pemilik sawah di Indramayu mengeluhkan naiknya ongkos tandur atau tanam padi dan biaya traktor atau pengolahan tanah saat ini.
Rasiman, 48 warga Kecamatan Terisi dihubungi Pos Kota, Senin (7/12) mengemukakan, ongkos tandur benih padi, yang menggunakan sistem borongan itu biasanya Rp 400 ribu per bau atau Rp 600 ribu per Hektar. Kini naik Rp 100 ribu menjadi Rp 500 ribu per bau atau Rp 700 per Hektar.
Kenaikkan ongkos tandur itu, kata bapak 3 anak tidak bisa ditawar-tawar lagi. Apalagi, katanya sekarang ini jumlah buruh tandur benih padi di desanya berkurang. Sementara regenerasi buruh tandur yang dari kalangaan pemudinya mandeg alias terhenti.
Pemuda dan pemudi di desa-desa sungkan atau ogah terjun ke sawah. Baik sebagai buruh tandur maupun operator traktor. Alasannya bekerja di sawah itu kotor. Penuh lumpur. Sehingga tidak bergengsi dan sering diejek teman-teman sebaya.
Karena di desa-desa tenaga buruh tandur jumlahnya berkurang, petani terpaksa memesan buruh tandur dari luar kecamatan. “Selama ini kami memesan buruh tandur itu dari Kecamatan Arahan dan Cantigi,” ujar Casman, 48. Buruh tandur itu kata dia biasanya wanita. Buruh tandur wanita itu datang naik kendaraan bak terbuka dikoordinir seorang mandor pria.
Naiknya ongkos tandur, kata Casman diikuti naiknya biaya traktor untuk pengolahan sawah. Semula biaya traktor 1 bau Rp 400 ribu. Sekarang ikut-ikutan naik menjadi Rp 500 ribu per bau. Atau sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu per Hektar.(taryani).-
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id




Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 