Demo Dukung Prita Mulyasari
Sabtu, 5 Desember 2009 - 18:53 WIB
BOGOR (Pos Kota) – Puluhan mahasiswi dari Himpunan Kors Mahasiswa Indonesia (HMI) Wati Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Kujang Kota Bogor, Sabtu (5/12) pagi.
Dalam aksinya massa meminta, agar hukuman atas Prita Mulyasari di tinjau kembali dan penuh dengan sarat kepentingan dan berbau politis.
Menurut mahasiswa, kasus yang semula hanya bersifat curahan hati seorang ibu rumah tangga yang merasa haknya tidak di layani dengan baik, saat melakukan perawatan medis di RS Omni Internasional, ternyata berkembang menjadi sebuah kasus yang terlalu wah dan besar.
Kasus tersebut, lalu dengan cepat menyeret Prita ke dalam proses hukum. Dan pada akhirnya, hukuman perdata yang harus di terima. Tidak hanya itu, tuntutan pidana atas Prita juga ternyata berjalan.
“Ini hukum macam apa? Orang yang hanya menulis di dinding FC, kok di proses hingga kalah dan harus membayar ratusan juta. Sementara penilep uang rakyat miliaran hingga triliun rupiah masih bebas. Tanggap Anggoro dan Anggodo, itu baru hukum yang fair,” teriak Siti Sofiah, korlap aksi.
Atas penyimpangan tersebut, Korps HMI Wati Kota Bogor menyatakan sikapnya yang tertuang dalam 3 butir yang akan di serahkan ke DPRD Kota Bogor untuk di teruskan ke DPR-RI guna penyelesaian hukum yang berkeadilan.
Ke tiga point yang di tuntut massa yakni, mendesak Menteri Kesehatan RI, agar dengan tegas menindak RS Omni Internasional, mendesak pemerintah pusat, agar segera mengambil langkah strategis dengan membebaskan Prita dari jeratan hukum, serta mendesak pemerintah pusat untuk peduli dalam memberikan perhatian bagi kaum perempuan, khusunya dari kalangan bawah ang selama ini tertindas.
Sementara terkait hukum yang berlaku atas Prita, massa meninta, agar penegak hukum dalam menjalankan tugas negara, harus berdasarkan pada mekanisme yang ada dan bukan berdasarkan order.
“Kami mengecam keras atas praktik suap yang kini tengah melanda tanah air. Bukti nyata, Prita tidak bersalah, tapi di hukum baik secara perdata maupun pidana. Tolong pemerintah dan penegak hukum berlaku adil bagi warga lemah yang tidak lain adalah warganya sendiri, pemegang kedaulatan di negeri ini,” tandas Siti.
Sementara Ny Wati Sri Rahayu, seorang pengguna jalan yang melintas di lokasi aksi sempat turun dari mobilnya dan memberi kembang pada massa pendemo.
Kepada massa, Wati meminta, agar jangan surut menyuarakan keadilan. Massa dalam aksinya juga sempat membalikan warna bendera dengan mengikat putih di bagian atas dan warna merah di bawah.
“Hukum hanya berlaku bagi orang kecil. Bagi mereka yang berduit, walau dari hasil korupsi, masih enak-enak di luar. Makan saja di kawal. Saya yakin, Allah akan menunjukan jalan bagi Ibu Prita. Doa saya bersama Ibu Prita, karena kami sama-sama wanita dan ibu rumah tangga,” kata Wati lalu meninggalkan lokasi denga mobil Honda Stream silvernya. (yopi)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id





Copyright © 2010 · All Rights Reserved ·