Bocah Tewas di Tangan Bapak Tiri
Senin, 12 Juli 2010 - 17:09 WIB
BOGOR (Pos Kota) – Bocah berusia 3,5 tahun meninggal di tangan bapak tirinya Minggu (11/7) malam. Motif penyiksaan, hanya karena si bocah tidak mau mengikuti larangan bapaknya sewaktu bermain lumpur di sawah dan sering rewel.
Tino bocah malang warga Kampung Geber Kanisatek, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor ini tewas dengan sejumlah luka memar di tubuhnya. Pelaku YC 25, sudah ditahan petugas demi penyilidikan.
Penganiyaan di rumah korban di Kampung Geber Kanisatek, Bogor berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB ini, oleh keluarga korban, baru dilaporkan ke Polisi pukul 20.00.Tersangka YC , mengakui semua perbuatannya saat ditanya petugas. “Saya kesal Pak ,” kata YC kepada petugas.
Menurut pelaku, amarahnya timbul saat melihat rumah yang selalu kotor berlumpur akibat anak tirinya yang hobi bermain di sawah.“Kita tidak percaya begitu saja dengan pengakuan tersangka, makanya kita terus dalami keterangannya,” kata AKP Pahyuniati, Kapolsek Citeureup, saat dikonfirmasi wartawan Senin (12/7).
Ditambahkan Pahyuniati, pelaku senelumnya istri nya, Titin, ibu kandung Tino, mengaku bahwa anak itu meninggal karena terjatuh dari tangga lantai 1. Namun, pengakuan pelaku membuat warga curiga.
“Kami langsung lakukan penyilidikan. Ternyata benar, bocah itu meninggal karena dianiaya. Bukti luka memar di tubuh korban, kami lalu fokuskan pada keterangan ibu dan bapaknya. Hasilnya, bapak tirinya adalah pelakunya,” papar Yuni.
Keterangan yang diperoleh, Titin, ibu kandung Tino baru mengetahui anaknya meninggal sekitar pukul 14.00. Siang itu, Titin yang bekerja sebagai salah satu buruh pabrik di PT Ricky di Citeureup diberitahu kalau anaknya meninggal dunia setelah terjatuh dari tanggal lantai 1 rumahnya. Saat kejadian, Tino hanya dijaga oleh bapak tirinya yang bekerja sebagai buruh bangunan.
Mendapat kabar anaknya terjatuh dari tangga dan meninggal dunia, wanita itu segera pulang Awalnya, Titin tidak curiga dengan kematiaan anak semata wayang dari perkawinan terdahulunya. Namun sejumlah pelayat curiga dengan banyaknya luka memar di bagian lengan kanan atas bagian luar, bawah dada, telinga kanan dan kiri, tungkai kaki kanan dan lecet di pipi sebelah kanan. Melihat kematian korban yang tidak wajar, beberapa warga berinisiatif melaporkan kecurigaan itu ke Polsek Citeureup.
Titin ibu korban shok saat mengetahui anaknya meninggal dunia akibat dianiaya suaminya sendiri. Jasad bocah ini sempat di otopsi di RS PMI Bogor.
Titin mengaku baru satu bulan lalu menikah dengan YC yang merupakan duda beranak satu yang kini berusia satu tahun. Sejak perkawinan dengan YC, Tino tidak pernah serumah dengannya.
Saroh, nenek korban menambahkan, Tino merupakan cucu ke empat dari lima cucu lainnya. Senin ini katanya, bocah itu rencananya akan didaftarkan ke taman kanak-kanak.”Kasian cucu saya itu meninggal dunia dengan cara mengenaskan di tangan bapak tirinya,” papar Saroh.
Kapolsek Citeureup, AKP Pahyuniati menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka, korban dianiaya dengan cara dibentur-benturkan ke tembok. Selain itu, pelaku juga memukul dan mencubit tubuh korban hingga tubuhnya memar.
”Dua orang saksi sudah dimintai keterangan. Mereka adalah adik pelaku dan tetangga yang melihat kejadian itu,” tandas Yuni. (yopi/B)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id




Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 