Menerima Obama = Merestui Penjajah
Selasa, 16 Maret 2010 - 13:39 WIB
PURWAKARTA (Pos Kota) – Puluhan mahasiswa tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Purwakarta terdiri elemen mahasiswa STKIP, UPI dan STT Wastu Kencana, Selasa (16/3) pagi, berunjuk rasa menolak kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia akhir Maret ini. Pasalnya, BKLDK beranggapan menerima Obama sama dengan merestui penjajah.
Massa BKLDK Purwakarta mengawali aksinya di Kampus STKIP di Jl Veteran, Kel Cisereuh, kemudian long march sepanjang 2 kilometer menuju Bundaran BTN di Jalan Sudirman. Disepanjang jalan dilalui, massa BKLDK yang hampir separuhnya ‘kaum hawa’ meneriaki penolakan negeri ini di injak oleh Obama.
Bahkan, dari satu poster yang diusung satu mahasiswi BKLDK jelas tertera bahwa ” Menerima Obama = Merestui Penjajah”. Untuk itu, BKLDK Purwakarta dalam pernyataan sikap berisi 4 point menyatakan, kedatangan pemimpin negara penjajah tidak layak disambut apalagi dimuliakan. Kedatangan Obama dipastikan akan semakin mengokohkan penjajahan ekonomi dan sistem kapitalis sekuler yang nyata menjadi sumber problematik di Indonesia.
“Untuk itu kami menyeru kepada seluruh komponen masyarakat untuk memberikan loyalitas hanya kepada perjuangan penegakan Islam secara Kaffah,” ujar Koordinator BKLDK Purwakarta, Hilman Syah, ditemui Pos Kota disela sela memimpin aksi unjuk rasa di Bundaran BTN, Selasa pagi.
Sebab, hanya sistem Islam yang diterapkan secara sempurna dalam bingkai negara khilafah yang mampu memberikan jaminan rahmat, kemakmuran, kedamaian, keadilan dan wibawa sebagai sebuah negara. ” Untuk itu, kembali BKLDK menyerukan kepada semua komponen masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh tipu daya Amerika Serikat dan SBY dengan ungkapan ungkapan ‘kerjasama berdiri sama tinggi duduk sama rendah’,” tegasnya.
Selain itu, BKLDK juga menilai tidak ada bedanya Bush dengan Obama. Kedua pemimpin negara
tersebut menjalankan ideologi syetan kapitalisme yang memiliki sifat menjajah, merampas dan mengeruk serta mengeksploitasi. “Bahkan kedua-duanya juga doyan perang,” tulis BKLDK dalam pernyataan sikapnya.
Pantauan Pos Kota, massa BKLDK berorasi di dua titik yakni di Pusat Pembelanjaan Pasar Jumat dan Bundaran BTN, Jalan Sudirman. Aksi mereka sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Di Bundaran BTN, aksi penolakan Obama dilakukan dengan berorasi, berdakwah dan membacakan ayat suci Al Quran.
Sebagian mahasiswa pengunjuk rasa lainnya membentangkan spanduk dan membagi-bagikan selebaran kepada setiap pengendara mobil dan motor yang melintas tepat dihadapan mereka yang menggelar aksi unjuk rasa. Hingga berita ini diturunkan, massa BKLDK masih melakukan aksi unjuk rasa menolak kunjungan Obama, di Bundaran BTN, Purwakarta.
(dadan/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id




Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 