Umat Islam Bukan Teroris

Minggu, 14 Maret 2010 - 5:50 WIB

| More
Umat Islam Bukan Teroris

JAKARTA (Pos Kota) – Perburuan terhadap teroris gencar  dilakukan tim Detasemen khusus (Densus) 88 Mabes Polri. Gembong-gembong teroris pun tewas ditembak, salah satunya Dulmatin, yang menemui ajal dalam penyergapan di warnet kawasan Pamulang, Tangerang.  Tudingan keras pun dilemparkan banyak negara bahwa pelaku teror adalah umat Islam.

Jelas hal tersebut menimbulkan protes umat Islam di Indonesia, termasuk para artis yang selama ini memang aktif dalam wadah pengajian, seperti Pengajian Arafah, Pengajian Orbit dan lainnya.

“Umat Islam bukan teroris. Itu adalah oknum  yang salah langkah,” kata Cece Kirani, artis yang kini giat ceramah agama bersama suaminya ustad Aa Hadi.

Pemain sinetron Aku Ingin Pulang ini mengaku setiap minggu, dia dan suaminya menggelar pengajian rutin di rumahnya bersama ibu-ibu tetangga. “Aktivitas pengajian itu tujuannya baik. Jadi jangan pengajian itu diidentikan sebagai sarang teroris. Justru kebanyakan orang yang nggak rajin ngaji yang menjadi teroris,” tegasnya.

Wanita berjilbab ini menuding para teroris yang mengaku melakukan aksi teror sebagai jihad, telah salah mengartikan makna jihad yang sebenarnya. “Berjihad di jalan Allah itu nggak merugikan orang lain. Jika melakukan teror dan mengorbankan orang tak bersalah, itu bukan jihad namanya,” tandasnya.

DAMAIKAN DUNIA

Kecaman dan rasa prihatin juga dilontarkan pendiri Pengajian Arafah, Ismi Aziz.  “Tudingan tersebut jelas sangat merugikan umat Islam. Karena Islam tidak mengajarkan umatnya melakukan kekerasan,” tutur Ismi.

Ismi pun menolak keras anggapan pengajian dan majelis taklim sebagai tempat lahirnya para teroris. “ Jangan negatif thinking terhadap pengajian atau majelis taklim. Karena sesungguhnya lewat pengajian-pengajian ini kita bisa ikut mendamaikan dunia. Di pengajian ini kita diajarkan untuk melakukan kebaikan bukan teror,” jelasnya.

Meski begitu, Ismi bersama para jamaah Arafah yang berjumlah ratusan orang, di antaranya artis Nia Daniati, Ratih Sang, Cici Tegal,  Endang S. Taurina, Mega Silvia, Sofie Jasmin dan lainnya mengaku tak terganggu.  “Sampai sekarang kami belum merasa terganggu dengan adanya tudingan-tudingan tersebut. Jadi, kita santai saja,” imbuhnya.

CEGAH TERORIS

Protes keras juga dilontarkan pedangdut  yang juga anggota pengajian, Anissa Bahar. “Tujuan dari pengajian itu adalah menyebarkan kebaikan. Ya, sangat tidak mungkin apabila pengajian itu dituding sebagai tempat pembinaan  penganut ajaran Islam radikal,” katanya.

Menurut dia,  dengan makin banyak tempat pengajian justru semakin baik, karena itu merupakan langkah efektif mencegah masuknya  teroris. “Jadi, tolong baik masyarakat maupun pemerintah  jangan asal main tuding seenaknya,” pintanya.

Hal senada juga dituturkan anggota pengajian Orbit, Asrie Hadi. Menurut dia, masyarakat sejatinya tahu akan keberadaan pengajian. “Saya yakin  nggak ada pengajian yang membina teroris. Kalau soal filosofi jihad memang diajarkan. Tapi kan bukan untuk melakukan teror,” ungkapnya.

(anggara/santosa/mia/rf/r)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id