Dulmatin Ajari Bocah Soal Perang Lewat Laptop

Kamis, 11 Maret 2010 - 21:13 WIB

| More

PAMULANG (Pos Kota) – Setelah penggerebekan, Marco dan Tari, pasangan suami-istri yang juga anak buah Dulmatin  langsung kabur  meninggalkan rumah kontrakannya di Pondok Benda, Pamulang. Kepada tetangga, Ny.Tari, wanita bercadar, mengaku akan menjenguk orangtua yang sakit di kampungnya.

Marco dan Tari mengontrak rumah milik Ny.Yanti di Jl.Salak, Gang Madrasah, RT 01/03 Kel.Pondok Benda, Pamulang Barat. Mereka meninggalkan rumah pada Selasa (9/3) sekitar Pk.13.30.

Menurut Ny, Lely, tetangga, keduanya tampak panik. “Mereka menitipkan kunci rumah kepada saya. Marco mengaku buru-buru karena orangtua sakit keras dan harus segera dijengkuk.”

Pasangan suami-istri  itu langsung naik motor. Saat itu, Ny. Lely tak curiga kepada tetangga yang sudah tinggal di sebelah rumah sejak enam bulan lalu.
Belakangan, Ny. Nely mengetahui mereka masuk dalam jaringan teroris Dulmatin setelah petugas Densus 88 menggeledah rumah yang dikontrak tersebut.

Menurut Ny.Lely, wanita bernama Tari selalu bercadar. Ia kerap masak bersama saat Marco tak di rumah. Pada saat itulah dirinya melihat wajah wanita itu karena di dalam rumah cadar dilepasi.

“Sejak mereka mengontrak, Dulmatin bersama rekan-rekannya sering main ke tempat Marco. Saya  pernah berjumpa dengan Dulmatin hanya saja tak tahu kalau ia teroris,” katanya.

Selama mengontrak, Marco yang bertubuh kekar berkulit putih mengaku bekerja pada bidang penjualan madu dan obat-obatan. “Saya pernah diberi madu sehingga tak curiga,” katanya.

Dulmatin juga kerap menginap di rumah kontrakan Ridwan dan Hasan Noer. Rumah dua pria yang ditembak mati petugas ini berjarak sekitar 100 meter dari kontrakan Marco-Tari.  “Paling sering Dulmatin nginap di tempat Ridwan,” kata Ny. Wiwi, warga setempat.

Di mata Ajeng, 10, dan Ayu, 8, sosok Dulmatin alias Yahya Ibrahim merupakan pribadi yang baik. Kedua bocah yang bertetangga di RT 01/03 Pondok Benda  ini sering diajari bahasa Arab dan mengaji.

“Om Yahya baik. Saya sering main ke kamar kontrakan dan diberitahu gambar orang latihan perang  di laptopnya.  Katanya, gambar itu tentara yang latihan perang,” ungkap Ajeng, pelajar kelas  3 SD Pamulang.

Selain itu, Dulmatin juga sering mengajarkan doa sebelum makan, tidur dan  belajar.  Pasca Dulmatin tewas di Pamulang, petugas Densus 88 menyita 5 dirigen berisi bahan kimia dan sejumlah dokumen di rumah kontrakan Marco. Di rumah Fauzi, kawanan teroris, petugas menyita laptop dan dokumen penting.

Rumah Fauzi di Gang Asem, Pamulang Barat dan rumah kontrakan Marco serta Ridwan, kemarin, masih ramai dikunjungi warga. Mereka ingin melihat dari dekat sarang teroris. (tiyo/B)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id