Panglima TNI Kukuhkan 3 Kapal Perang
Selasa, 9 Februari 2010 - 17:42 WIB
JAYAPURA (Pos Kota) – Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso, mengukuhkan Kapal Perang Frans Kaisiepo-368, sebagai Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Pengukuhan kapal perang jenis Korvet Kelas Sigma itu ditandai dengan penekanan tombol oleh Panglima TNI di
dermaga Pelabuhan Umum Biak, Jayapura, Selasa (9/2).
Selain KRI Frans Kaisiepo-368, Panglima TNI juga mengukuhkan dua KRI lain jenis kapal Patroli Cepat (PC-40) yaitu KRI Birang-831 produksi Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi dan KRI Mulga-832 produksi Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Manokwari.
Panglima TNI mengatakan, pengukuhan dan peresmian tiga KRI ini, melengkapi berbagai KRI yang telah diresmikan sebelumnya dan merupakan bagian integral dari pembangunan pertahanan negara kita, menuju kekuatan pokok minimum, sekaligus menandai proses kebangkitan kembali kekuatan dan kejayaan TNI AL.
Lebih lanjut Panglima TNI menyatakan, kehadiran tiga KRI ini masing-masing KRI Frans Kaisiepo-368, KRI Birang-831 dan KRI Mulga-832, maka alutsista TNI Angkatan Laut semakin bertambah dan diharapkan mampu meningkatkan kemampuannya dalam rangka OMP (Operasi Militer Perang) dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang), namun bukan dalam konteks ofensif dan agresif melainkan semata-mata sebagai bagian dari modernisasi perlengkapan militer yang sudah tua dan tidak layak pakai.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE. menjelaskan, bahwa pemberian nama Frans Kaisiepo diambil dari nama seorang pahlawan
nasional Indonesia dari Papua yang lahir di Wardo, Biak, Papua pada tanggal 10 Oktober 1921 dan wafat pada 10 April 1979.
Frans terlibat dalam konferensi Malino (1946) yang membicarakan mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Beliau mengusulkan nama Irian, yang berasal dari bahasa Biak yang berarti beruap. Selain itu Bapak Frans juga pernah menjabat sebagai Gubernur Papua periode 1964 sampai dengan 1973. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Papua Barat.
Sedangkan Birang dan Mulga merupakan nama jenis ular yang hidup menyebar di Semenanjung Malaya, Singapura, Sumatra, Nias, Bangka, Belitung, Kepulauan Riau, Jawa, Kalimantan (termasuk Sarawak, Sabah, Brunei) dan Sulawesi. Ular Birang bila terganggu, akan mengeluarkan semacam bau tidak enak dari pangkal ekornya. Ular Mulga merupakan ular yang berbisa dengan penyebaran di daerah Papua.
Menurut Kadispenal, Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, S.E., bahwa KRI Frans Kaisiepo-368 merupakan kapal keempat jenis korvet yang dipesan Pemerintah Indonesia dari galangan kapal Schelde Naval Shipbuilding, Belanda.
Korvet kelas SIGMA ini dirancang secara unik sesuai bentuk dan model Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA) yang memiliki flexibility dan affordability sebagai kapal patroli TNI AL yang mampu menembus segala cuaca.
Kapal ini memiliki bobot 1.819 ton, panjang geladak utama 90,71 meter, draft 3,46 meter, lebar 13,0,2 meter, tinggi 8,2 meter, kecepatan jelajah 18 knot, dan daya dorong 2 X SEMT Pielstick.
Sebelumnya, TNI AL telah memiliki kapal sejenis ini yakni KRI Diponegoro-365, KRI Hasanuddin-366 dan KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang telah bergabung dengan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim).
Sedangkan KRI Mulga-832 dan KRI Birang-831 bertonase 190 DWT dengan jarak jelajah sekitar 2.500 mil, memiliki jangkauan Radar dan komunikasi yang sudah cukup luas, panjang 40 m, lebar 7,3 m dan dilengkapi dengan persenjataan meriam Twin barrel dan 2 buah senapan mesin berat 12,7 mm. Kecepatan kapal bisa mencapai 25 knot.
Hadir pada upacara peresmian tersebut Kasal Laksamana Madya TNI Agus Suhartono, S.E., para pejabat teras Mabes TNI dan Mabes TNI AL, Muspida Propinsi Jayapura, Pangarmatim serta undangan lainnya. (dispenal/syamsir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id




Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 