Beras OP Bau Apek, Warga Kecewa
Jumat, 22 Januari 2010 - 16:33 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Warga RW 06 Kel. Guntur kecewa dengan kualitas beras murah pada Operasi Pasar (OP) yang dijual Pemkot Jaksel melalui Sudin Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) dan Perdagangan.
Pasalnya, beras seharga Rp 5.300/kg tersebut berwarna kuning, kotor dan bau karung atau apek.
“Duh, mentang-mentang beras murah koq kualitasnya jelek amat. Seperti nggak ada beras lain yang lebih bagus lagi,” keluh Fatimah, warga RW 06 Kel. Guntur, saat antri OP sembako yang digelar di Jl Perahu RT 06/06, Jumat (22/1).
Semula ia bermaksud membeli beras murah sebanyak 10 kg mengingat pasaran beras kini sedang meroket. Namun, ia batal membeli beras yang dipasok dari Pare-Pare, Sulawesi Selatan ini, dan beralih ke antrian gula pasir, dan minyak goreng curah.
Meski begitu, ada juga sejumlah ibu rumah tangga yang nekad membeli beras OP. Lantaran beras kini naik terus, dan yang paling murah di pasaran dijual Rp 5.800/kg. “Gak apa-apa dah, rada bau karung juga berasnya kuning nanti bisa dicuci bersih,” keluh Mulyani, warga setempat.
Pada OP ini, Pemkot Jaksel menyediakan beras murah hingga 8,5 ton. Tapi hingga siang hari yang terjual hanya 314 kg. Sedangkan migor curah Rp 7.500/liter, dan gula pasir Rp 8.500/kg masing-masing disediakan 5 ton.
Asisten Perekonomian Jaksel Suluh Sudiharto menjelaskan, OP rencananya akan diadakan berkala setiap bulan khusus membantu warga miskin, khususnya di kawasan padat hunian.
Menyinggung kualitas beras OP yang kualitasnya jelek sehingga tidak laku, Suluh belum mengetahuinya, dan akan ia cek ke unit terkait.
KEMAYORAN
Operasi pasar (OP) penjualan beras murah di Kelurahan Harapan Mulia, Kemayoran, Jakpus tidak laku. Warga ogah membeli karena menilai kualitas berasnya kurang bagus dibanding yang dijual di pasar.
”Katanya operasi pasar, kok berasnya butek begini. Malah kayaknya kualitasnya di bawah beras jatah beras miskin (raskin),” ujar Ny.Evi Suharyati, warga RT 07/08 Kelurahan Harapan Mulia, Jumat (22/1). Di pasaran beras dengan harga Rp 5.500/Kg jauh lebih bagus dibanding yang dijual di OP.
Dalam OP ini, satu truk berisi 5 ton beras disiapkan dan dikemas menjadi 2.500 bungkus plastik beratnya masing-masing 2 Kg. Sejak pukul 08.30 OP dibuka oleh Wakil Walikota Jakpus, Rospen Sitindjak bersama Asisten Ekonomi dan Keuangan, Wahyu Haryadi. Namun, hingga pukul 10.00 beras masih menumpuk dan sepi pembeli. Warga yang datang membawa kupon, setelah melihat kualitas beras tidak jadi membeli.
Selain beras, juga dijual minyak goreng (migor) dan gula pasir. Dua komoditi ini akhirnya paling banyak diminati warga. Gula pasir dijual Rp 9.000/Kg sementara di pasaran Rp 11.000/Kg, dan migor Rp 9.000/liter sedangakn dipasaran Rp 10 ribu. “Lumayan bisa ngirit, karena lebih murah,” ucap Ny. Tuti, warga.
Febby Prabawati, Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Sudin Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Jakpus mengatakan OP merupakan kebijakan Departemen Perdagangan, pihak Sudin KUKMP hanya memfasilitasi. Soal mutu beras, Febby mengaku tidak tahu karena langsing dari Bulog.
(tarta/rachmi/ir/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id




Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 