Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Sembako Merangkak Naik

Jumat, 18 Desember 2009 - 8:16 WIB

| More
SURABAYA(Pos Kota)- Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, harga beberapa bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Jombang Jawa Timur merangkak naik.
Kenaikan itu berkisar antara 10-15 persen. Akibatnya, para konsumen merasa was-was. Mereka takut, laju kenaikan harga kebutuhan tidak bisa terkontrol.
Kenaikan harga tersebut terjadi di Pasar Ploso, Mojoagung, dan Pasar Legi Jombang. Harga telur misalnya, jika sebelumnya hanya Rp 11-12 Ribu/Kg, saat ini naik menjadi Rp 13-14 Ribu/Kg. Sedangkan daging sapi dari Rp 64 Ribu/Kg menjadi Rp 68 Ribu/Kg.
“Untuk harga daging ayam saat ini mencapai Rp 25 Ribu/Kg. Padahal sebelumnya hanya Rp 22 Ribu/Kg.
“Kenaikan itu terjadi sejak sepekan terakhir ini. Kenaikan itu mungkin dipicu oleh adanya perayaan hari besar keagamaan,” kata Siti Maisyaroh, pedagang daging yang ada di Pasar Legi Jombang, Jumat(18/12).
Wanita yang sudah puluhan tahun berjualan ini memprediksi, kenaikan harga akan terus terjadi hingga datangnya Tahun Baru Masehi. Hal itu tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Apalagi, lanjutnya, datangnya Natal dan Tahun Baru kali ini juga bersamaan dengan Tahun Baru Hijriyah.
“Artinya, tingkat konsumsi masyarakat juga meningkat. Jika permintaan tinggi, maka penawaran juga tinggi. Itu kan sudah hukum pasar,” kata Maisyaroh.
Kondisi itu secara otomatis dikeluhkan oleh  pembeli. Mereka mengaku keberatan dengan kenaikan tersebut. Apalagi, saat ini kondisi serba sulit. “Yang pasti kenaikan itu semakin memberatkan kami,” kata Sumiatun, salah saorang pembeli.
Agar harga tidak semakin melambung, ia berharap kepada pemerintah untuk melakukan operasi pasar. Harapannya, pergerakan harga di pasar bisa dikendalikan. Dengan begitu, tingkat kebutuhan hidup masyarakat juga bisa terpenuhi. (nurqomar/B)
SURABAYA(Pos Kota)- Menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru, harga beberapa bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Jombang Jawa Timur merangkak naik.
Kenaikan itu berkisar antara 10-15 persen. Akibatnya, para konsumen merasa was-was. Mereka takut, laju kenaikan harga kebutuhan tidak bisa terkontrol.
Kenaikan harga tersebut terjadi di Pasar Ploso, Mojoagung, dan Pasar Legi Jombang. Harga telur misalnya, jika sebelumnya hanya Rp 11-12 Ribu/Kg, saat ini naik menjadi Rp 13-14 Ribu/Kg. Sedangkan daging sapi dari Rp 64 Ribu/Kg menjadi Rp 68 Ribu/Kg.
“Untuk harga daging ayam saat ini mencapai Rp 25 Ribu/Kg. Padahal sebelumnya hanya Rp 22 Ribu/Kg.
“Kenaikan itu terjadi sejak sepekan terakhir ini. Kenaikan itu mungkin dipicu oleh adanya perayaan hari besar keagamaan,” kata Siti Maisyaroh, pedagang daging yang ada di Pasar Legi Jombang, Jumat(18/12).
Wanita yang sudah puluhan tahun berjualan ini memprediksi, kenaikan harga akan terus terjadi hingga datangnya Tahun Baru Masehi. Hal itu tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Apalagi, lanjutnya, datangnya Natal dan Tahun Baru kali ini juga bersamaan dengan Tahun Baru Hijriyah.
“Artinya, tingkat konsumsi masyarakat juga meningkat. Jika permintaan tinggi, maka penawaran juga tinggi. Itu kan sudah hukum pasar,” kata Maisyaroh.
Kondisi itu secara otomatis dikeluhkan oleh  pembeli. Mereka mengaku keberatan dengan kenaikan tersebut. Apalagi, saat ini kondisi serba sulit. “Yang pasti kenaikan itu semakin memberatkan kami,” kata Sumiatun, salah saorang pembeli.
Agar harga tidak semakin melambung, ia berharap kepada pemerintah untuk melakukan operasi pasar. Harapannya, pergerakan harga di pasar bisa dikendalikan. Dengan begitu, tingkat kebutuhan hidup masyarakat juga bisa terpenuhi. (nurqomar/B)
Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id