Nelayan Jadi Tukang Ojek
Selasa, 8 Desember 2009 - 6:28 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Angin kencang dan ombak besar di musim barat menyebabkan ribuan nelayan di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, memilih tidak melaut.
Untuk mengisi hari-harinya, mereka ada yang beralih profesi menjadi tukang ojek, dan pulang bertani ke kampung halaman. Tidak sedikit pula yang luntang-lantung.
”Kapal-kapal besar saja bisa tenggelan dihantam ombak, apalagi seperti kami ini sekali datang ombak langsung terbalik dan tenggelam,” kata Jana, nelayan asal Indramayu, kepada Pos Kota.
Akibatnya banyak nelayan tidak melaut, pasokan ikan berkurang sehingga harganya melonjak. ”Sekarang ikan naik, maklum para nelayan lagi nggak berani mencari ikan. Ada juga nelayan yang masih mencarin ikan tetapi hanya sedikit sekali karena takut ombak. Mungkin Januari baru mulai berani ke laut,” ujar H Drajad, Ketua Koperasi Nelayan Mina Lautan Biru Cilincing (KNMLBC), kemarin di rumahnya.
H, Drajat dan kawan-kawannya juga tidak bisa berbuat banyak karena kejadian alam yang tidak bisa diprediksi dan dicegah oleh manusia.”Kita punya 8.000 anggota nelayan yang berani melaut paling kapal-kapal besar. Kalau kapal kecil paling di pinggiran saja,” ujar lelaki yang menjadi nelayan sejak kecil itu.
(percoyok/si/g)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id









Copyright © 2010 · All Rights Reserved ·