Wartawan Gebug Wartawan di Purwakarta

Rabu, 28 Oktober 2009 - 20:06 WIB

| More

PURWAKARTA (Pos Kota) – Tiga wartawan tabloid mingguan terlibat baku pukul di Kantor Bupati Purwakarta, Jl Gandanegara No 25, Rabu (28/10) siang. Keributan itu menyedot perhatian PNS diwaktu jam istirahat.

Aksi baku pukul tiga wartawan yakni Fionardo alias Ucok, Manurung dan Rafael Sitanggang dipicu ketersinggungan saat mereka menjalankan kegiatan reportase di Komplek Pemkab Purwakarta.

Saat itu, Ucok dan Bernard Sihite tengah mengkonfirmasi sebuah persoalan ke Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). Tiba tiba, saat serius konfirmasi, dikejutkan dengan masuknya Rafael dan Manurung yang nyelonong begitu saja.

” Gimana saya tidak tersinggung. Mereka masuk nyelonong saja, tanpa permisi dulu. Sekalipun sama wartawan, tapi tolong hargai dong karena konfirmasi ini hanya untuk konsumsi saya berdua bersifat rahasia,” jelas Ucok, kepada Pos Kota, sesaat setelah terlibat ’smack down’.

Pos Kota merekam langsung aksi ’smack town’ ketiga wartawan tersebut. Ucok yang rupanya menyimpan kesal menanti di pintu keluar Kantor Pemkab tak jauh dari lokasi parkir motor, melihat Manurung dan Rapael keluar dari ruangan DPKAD menuju ke tempat parkir, spontan menyambutnya dengan setengah berlari menghampiri kedua wartawan tadi.

Sebelum berlangsung ’smack down’, Ucok terlibat ‘perang mulut’ dengan Rafael dan Manurung memakai logat bahasa Medan. Tak lama, perkelahian pecah. Ucok langsung menyerang Manurung sedangkan Rafael masih bengong.

Baku pukul sekira 15 menit semakin tak terkendali, memaksa Rafael melerai Ucok dan Manurung, namun sial Rafael terkena bogem mentah Ucok, hingga akhirnya berhasil dipisahkan oleh para pengunjung dan seorang PNS Pemkab Purwakarta.

” Ini cuma salah paham saja. Dia (ucok) menuduh kami tak sopan nyelonong masuk tanpa permisi. Justru kami bisa masuk setelah staf Kepala DPKAD mempersilahkan kami masuk bergabung dengan 2 rekan wartawan lainnya yang lebih dulu masuk karena Kepala DPKAD tak lama lagi meninggalkan ruangan untuk rapat paripurna di DPRD,” jelas Manurung.

Rafael menambahkan, saat Ucok menyerang, dia merasa enggan dilayani karena malu harus berkelahi di Kantor Pemkab Purwakarta.

” Tadi anda lihat sendiri kan, saya tak ikut menyerang dia karena saya malu sedang berada di kantor pemkab. Tapi ceritanya lain bila keributan itu berada di luar kantor pemkab, mungkin kami bisa berkelahi hebat,” katanya beralasan.

Sekalipun merasa diserang, baik Rafael dan Manurung tak mau ‘mempolisikan’ kasus tersebut. (dadan/dms)

Bookmark and Share

Baca Juga

  • No Related Post
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id