Polisi Ogah Tertibkan Montir Liar di Nagreg

Kamis, 24 September 2009 - 18:59 WIB

| More

BANDUNG (Pos Kota) – Puluhan korban montir liar tanjakan Nagreg mminta supaya polisi membenahi montir liar yang beroperasi di jalan itu menjelang lebaran. Mereka menuntut menghadapi lebaran mendatang kenberadaan montor supaya ditertibkan bila perlu diberi identitas dari pihak kepolisian.

” Montir memang perlu, tapi harganya jangan mencekik leher. Ini sangat keterlaluan,” komentar Dadang,45, yang menjadi korban montir liar, Kamis.

Dadang yang kendaraanya mogok lantaran mengalami kerusakan kopling, mengaku dikenakan biaya Rp 1 juta untuk membeli sparpart dan biaya jasanya. “Jangan berfikir orang yang mudik memiliki banyak uang. Mereka mudik karena ingin menegok keluarganya di kampung. Biaya montor liar sangat mengecewakan,” tegasnya.

Seorang pemilik bengkel di Nagreg Darojat,49, menjelaskan, biaya memperbaiki kendaraan dan membeli sparpart di saat lebaran memang sangat sulit. Olehkarena itu, biaya Rp 1 juta cukup murah karena kondisi yng tak memungkinkan.

“Kalau memang biaya berat seharuanya pmilik langsung menolak untuk diperbaiki,” latanya. Namun, dia menepis kalau belasan montor liar merupakan anak buahnya. ” Mereka bekerja di Nagreg bukan atas perintah Saya. saya tak punya anak buah,” kilahnya.

Menyikapi masalah keluhan pemudik tentang montior liar, Kabagops Polwi Priangan AKBP Suhermin mengatakan, mereka bekerja di luar pengaman lebaran. Sejumlah montir liar sudah bersiap-siap nongkrong di Nagreg sejak H-3 untuk memberikan jasa terhadap kendaraan yang terkena masalah.

” Jika ongkosnya mencekik leher itu urusan pemilik dan montir. Kalau keberatan seharusnya menolak untuk diperbaiki,” latanya.

Polisi, lanjut dia, tak mungkin memberikan identitas terhadap para montir liar tersebut. Pasalnya, nanti akan terbentuk kesan kalau polisi melindungi operasi montir itu. ” Polisi tak ada urusannya dengan montir. Mereka bekerja kehendak sendiri,” katanya lagi.

Olehkarena itu, Suhermin meminta kepada pemudik supaya mempersiapkan kendaraan ketika mau melintas Nagreg supaya tak terjadi kendala di tengah perjalanan.

Berdasar pengamatan, lanjut dia, kendaraan yang terkena masalah di Nagreg hampir 90 persen terkena gangguan atau kerusakan di kampas kopling yang rata-rata terbakar. Biasanya pengemudi menginjak terus kopling saat macet di tanjakan agar tak mundur.

Kalau seperti itu jelas rawan rusak, tukasnya. Montir tentunya menggunakan kesempatan karena kerusakan di Nagreg jauh ke toko onerdil. “Kami meminta supaya pengemudi lebih waspada.”

(dono/sir)

Bookmark and Share

Baca Juga

  • No Related Post
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id