Pameran Pendidikan di Depdiknas

Jumat, 7 Agustus 2009 - 12:37 WIB

| More

SENAYAN (Pos Kota)- Sembilan lembaga pendidikan asing ikut ambil bagian dalam ajang pameran pendidikan 2009 yang akan diadakan di Plasa Depdiknas Jalan Sudirman Jakarta mulai dari 10-12 Agustus 2009 . Lembaga asing ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menggali infomasi lebih mendalam tata cara, peluang dan biaya belajar di luar negeri.

“Lemba-lembaga tersebut siap memberikan informasi seputar pendidikan tinggi di luar negeri, informasi bea siswa dan kursus bahasa,” ujar Dirjen Pendidikan Tinggi Fasli Jalal, Jumat (7/8).

Tak hanya itu, tata cara sekolah di luar negeri dan berapa biaya yang kira-kira dibutuhkan selama studi di luar negeri juga bisa ditanyakan. “Pokoknya supaya nggak salah memilih kampus asing, bertanyalah dahulu ke lembaga-lembaga internasional tersebut,” lanjut Fasli.

Fasli mengaku banyak masyarakat yang berminat belajar di luar negeri. Tetapi mereka tidak tahu kemana mencari informasi yang benar dan akurat. Mereka tidak tahu lembaga mana yang harus dituju untuk mengetahui seputar tata cara sekolah di luar negeri.

Dalam pameran tersebut selain lembaga-lembaga pendidikan asing, terlibat pula berbagai sekolah unggulan dan hasil karya yang dibanggakan. Juga beberapa perguruan tinggi, penerbit buku, majalah, bank dan klub-klub.

Diakui Fasli pameran pendidikan kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Depdiknas menggelar even serupa tahun-tahun sebelumnya dengan jumlah stand mencapai 102 Keterlibatan lembaga asing merupakan alasan mengapa pameran kali ini menjadi ekslusif dan sangat berbeda.

Pameran yang mengambil tema membangun masyarakat cerdas dan kreatif berbasis sains, teknologi dan seni untuk meningkatkan daya saing bangsa tersebut bertujuan antara lain memperkenalkan berbagai produk kebijakan pendidikan dari berbagai tingkatan baik tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi kepada masyarakat luas, memperlihatkan tingkat perkembangan pendidikan dengan segala hasil yang telah dicapai selama ini dan mengembangkan interaksi positif antara kalangan pendidikan dengan dunia industri dan masyarakat luas.

Selain itu Fasli berharap agar dalam even tersebut terjadi saling tukar informasi serta kerjasama antar kalangan pendidikan, industri dan masyarakat. “Ini sekaligus momentum untuk mereposisikan kembali fungsi fasilitator dalam dunia pendidikan lewat kebijakan yang kondusif,” tandasnya. (inung/B)

Bookmark and Share

Baca Juga

  • No Related Post
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id