Bom di Meledak di Pasar, 60 Tewas

Kamis, 25 Juni 2009 - 6:03 WIB

| More

sadr-bBAGDAD (Pos Kota) – Sekurang-kurangnya 60 warga tewas, 130-an lainnya terluka,  akibat ledakan bom di Kota Sadr bagian  timur di Baghdad, sekitar pk 19.30 waktu setempat.

Menurut keterangan, pihak kepolisian, bom meledak di pasar yang penduduknya sebagian besar adalah warga Syiah di ibukota Irak. Bom disembunyikan di bawah gerobak bermotor pembawa sayuran untuk dijual.

Insiden ledakan di Pasar Mraidi yang disebut-sebut sebagai yang “terbesar dan terparah” tahun 2009 ini, terjadi kurang seminggu sebelum pasukan Amerika menarik diri dari sejumlah kota Irak sebelum penarikan keseluruhan akhir tahun 2011.

“Saya mendengar ledakan dan melihat bola api,” kata Najim Ali, ayah berumur 30 tahun yang terluka karena ledakan itu kepada wartawan AFP. “Saya melihat kendaraan di udara karena kuatnya ledakan,” katanya seperti dikutip kantor berita AP.

Kios pasar terbakar dan seorang pejabat mengatakan bahwa orang yang berdiri 600 meter dari ledakan tetap terkena serpihannya. Kota Sadr sering dibom di masa lalu dan ledakan yang baru terbaru itu diatur agar meledak pada saat pasar sedang ramai.

DITARIK 

Kekerasan terus meningkat di Irak menjelang ditariknya sebagian dari 113 ribu pasukan AS dari negeri itu, akhir Juni ini. Hari Senin, paling tidak 29 orang tewas dalam sejumlah serangan di Baghdad dan tempat lain.

Diantaranya tiga orang, termasuk anak berumur 4 tahun, tewas di daerah Shaab utara Baghdad, dan lima orang tewas karena bom mobil di daerah Karrada, Baghdad tengah. 

Tetapi Nouri Maliki,  Perdana Menteri Irak, menegaskan, kekerasan tidak akan memperlambat penarikan, dan hal ini akan menjadi kemenangan negaranya.  Nouri meminta warga Irak tidak kehilangan keberaniannnya jika tejadi pelanggaran keamanan di berbagai tempat.

Penarikan pasukan adalah bagian dari kesepakatan diakhirinya operasi perang di Irak akhir bulan September 2010 dan seluruh pasukan Amerika keluar negara tersebut pada akhir tahun .

Kekerasan seakan tak pernah reda, sejak Amerika menginvasi negeri Seribu Satu Malam untuk menurunkan kepemimpinan Saddam Hussein 2003 lalu. (Telegraph/BBC/AP/dms)

Bookmark and Share
Komentar Terkini (Belum ada Komentar). Kirim komentar anda disini

Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id