`Bicara Terbuka Soal Pertahanan dan Alutsista = Bunuh Diri`
Kamis, 28 Mei 2009 - 21:01 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen, mengemukakan membicarakan anggaran pertahanan negara dan kekuatan alutsista (alat sistem pertananan senjata) TNI secara terbuka untuk kemudian menjadikannya sebagai bahan publikasi, sesungguhnya tidak ubahnya sebagai tindakan bunuh diri.
Apalagi bangsa Indonesia, kata Sagom, sudah menyepakati bahwa hal-hal yang dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara merupakan informasi yang dikecualikan untuk dibuka kepada publik, sebagaimana diamanatkan pada Pasal 17 Huruf C UURI Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Menurut dia, agar undang-undang tersebut bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah saatnya semua pihak berupaya menahan diri untuk tidak membicarakan dan mempublikasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara. Rasa prihatin dan dukacita atas jatuhnya korban A-1325 sebaiknya disampaikan langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sedangkan ide-ide dan pemikiran cemerlang yang dilandasi niat tulus untuk membantu pembangunan dan pengembangan sistem pertahanan negara, menurut marsekal bintang dua ini, ada baiknya disampaikan langsung kepada pejabat atau institusi yang berkepentingan dengan masalah pertahanan negara.
Dia menjelaskan, musibah jatuhnya pesawat TNI AU C-130 Hercules di persawahan Desa Geplak, Kec. Karas, Kab. Magetan pada 20 Mei 2009 lalu, menjadi berita dan perbincangan yang tiada hentinya hingga saat ini. Berbagai ulasan dan pendapat menghiasi media cetak nasional setiap hari. Media elektronik pun berulang-ulang menayangkan musibah tersebut, diselingi diskusi dan obrolan yang melibatkan banyak pihak dengan latar belakang profesi yang beragam.
Berita dan perbincangan umumnya berkisar seputar korban dan penuturan keluarga korban, penyebab musibah, kondisi pesawat dan anggaran yang ditengarai bersangkut paut dengan musibah yang terjadi. Sesuatu hal yang lumrah, mengingat jumlah korban yang tidak sedikit dan berkurangnya kekuatan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI, terutama alutsista udara yang populasinya terbilang belum sesuai dengan harapan dan kebutuhan bangsa dan negara.
Namun tanpa disadari, kata Sagom, yang juga mantan Kadispen Angkatan Udara itu, perbincangan berbagai pihak yang menganggap dirinya memiliki kompetensi untuk menjadi narasumber dan begitu juga dengan media masa yang gencar menyebarluaskan informasi mengenai musibah itu, telah melupakan satu hal penting yang berkaitan langsung dengan harkat, martabat dan kedaulatan bangsa dan negara. (puspen/sir)
Redaksi: redaksi[at]poskota.co.id
Jl. Gajah Mada 100, Jakarta Tel. (021) 6334702, Fax: (021) 6348968
Email: iklan[at]poskota.co.id




Copyright © 2010 · All Rights Reserved · 